hari ini topik pasal MATI..
siapa yang tiap hari fikir pasal mati? siapa yang rindu untuk mati? siapa yang nda takut mati?
sebagai manusia yang hakikatnya akan merasakan kematian suatu hari nanti, kita harus mengingati mati.. harus rindukan mati. sebab sebenarnya kita hidup ini bukan untuk mati, tapi kita mati untuk hidup.. mati adalah pintu untuk bertemu Allah, mati adalah permulaan cerita. mati bukan pengakhiran kisah kita, tapi adalah sebuah permulaan. :')
apabila kematian menimpa sahabat kita, kita akan tersedar sejenak dan ia memberi kesedaran kepada kita yang dunia ini hanya sementara. semakin kita kejar dunia, semakin dunia melarikan diri dari kita. hanya akhirat yang abadi.
malangnya, kemudian kita akan terleka kembali dengan dunia..
tersebut di dalam Unbar (Hadis) lima perkara racun yang membunuh dan lima perkara penawar sebagai ubatnya:
- Dunia itu racunnya dan zahid itu ubatnya.
- Harta itu racunnya dan zakat itu ubatnya.
- Perkataan yang sia-sia itu racunnya dan zikir Allah itu ubatnya.
- Seluruh umur itu racunnya dan taat itu ubatnya.
- Seluruh tahun itu racunnya dan Ramadan itu ubatnya. (Alhamdulillah jumpa Ramadan tahun ini..)
sabda Nabi S.A.W.:
akan datang kasih mereka lima perkara dan lupa mereka lima perkara:
- Kasih mereka kepada hidup — lupa mereka kepada mati.
- Kasih mereka kepada harta — lupa mereka kepada hisab.
- Kasih mereka kepada mahligai — lupa mereka kepada kubur.
- Kasih mereka kepada dunia — lupa mereka kepada akhirat.
- Kasih mereka kepada makhluk — lupa mereka kepada Allah.
- hartanya untuk warisnya.
- nyawanya untuk Malaikat Maut.
- dagingnya untuk ulat-ulat.
- tulangnya untuk tanah.
- amalan dan kebajikannya untuk orang yang dianayainya.
- Hai anak Adam, adakah engkau tinggal dunia atau dunia tinggalkan engkau?
- Hai anak Adam, adakah engkau himpun dunia atau dunia himpunkan engkau?
- Hai anak Adam, adakah engkau bunuh dunia atau dunia bunuhkan engkau?
apabila dihantar ke tempat mandi, berserulah suara dari langit tiga kali:
- Hai anak Adam, di manakah badan engkau yang kuat mengapa jadi lemah?
- Hai anak Adam, di manakah lidah engkau yang petah bercakap mengapa diam?
- Hai anak Adam, di manakah kekasih engkau mengapakah jadi mulia rakan engkau?
apabila dibawa ke atas kain kapan, maka menyerjah suara dari langit tiga kali:
- Hai anak Adam, engkau akan berjalan kepada perjalanan yang jauh dengan tidak berbekal?
- Hai anak Adam, engkau keluar dari rumah tiada akan engkau kembali selama-lamanya?
- Hai anak Adam, engkau tinggal segala kenderaan maka tiada engkau berkenderaan selama-lamanya? dan engkau berpindah kepada negeri yang huru hara!
Apabila mayat dibawa di atas perusung (keranda), maka menyerulah suara dari langit tiga kali:
- Hai anak Adam amat beruntunglah (bahagialah) kamu jika kamu menjadi seorang yang bertaubat.
- Hai anak Adam amat beruntunglah (bahagialah) kamu jika amal mu baik.
- Hai anak Adam amat beruntunglah (bahagialah) kamu jika sahabat mu dalam keredaan Allah — dan amat rugilah (celakalah) kamu jika sahabat mu orang yang dimurkai Allah.
Apabila mayat diletakkan untuk disembahyangkan maka menyerulah suara dari langit tiga kali:
- Wahai anak Adam, segala amalmu yang telah kamu lakukan akan kamu lihat.
- Wahai anak Adam, jika amalmu itu baik kamu akan lihat baik.
- Wahai anak Adam, jika amalmu itu buruk maka kamu kan lihat buruk.
- Wahai anak Adam, kamu berjalan di atas ku, kamu akan kembali ke dalam perut ku (kubur).
- Hai anak Adam, kamu berbuat maksiat dan dosa di atas ku, dan kamu akan disiksa di dalam perut ku (kubur).
- Kamu bergurau di atas ku, dan kamu akan menangis di dalam perut ku (kubur).





